Prabowo Siapkan Kampus Kedokteran Gratis untuk Atasi Krisis Dokter Nasional

BANJARBARU, OH GITU — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi krisis tenaga kesehatan nasional dengan menyiapkan kampus-kampus kedokteran gratis yang dibiayai sepenuhnya oleh negara. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dokter dan dokter gigi yang hingga kini masih belum ideal.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyoroti masih minimnya jumlah tenaga medis di Indonesia, sementara kebutuhan layanan kesehatan masyarakat terus meningkat.
“Kita kekurangan dokter. Rakyat kita perlu dokter, perlu dokter gigi. Tidak bisa hanya dengan bicara, dengan memfitnah, menghardik, mengejek, tidak bisa,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, Indonesia saat ini menghadapi kekurangan ratusan ribu dokter. Kondisi tersebut dinilainya sebagai persoalan serius yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui wacana atau perdebatan publik, melainkan membutuhkan kebijakan nyata serta keberanian negara dalam membuka akses pendidikan.
Presiden menilai perluasan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kedokteran, menjadi solusi konkret untuk menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah berencana membuka kampus-kampus kedokteran dalam waktu dekat sebagai bagian dari investasi jangka panjang sumber daya manusia.
“Kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik, dan yang sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara,” tambahnya, dikutip Antara pada Senin, 12 Januari 2025.
Prabowo menegaskan kebijakan pendidikan gratis tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Pemerintah ingin memastikan latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi, termasuk di bidang strategis seperti kesehatan.
“Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya,” ujar Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya keberanian negara dalam mengambil keputusan besar, termasuk berinvestasi pada generasi muda agar Indonesia memiliki tenaga profesional yang cukup dan berkualitas di masa depan.
Langkah pembukaan kampus kedokteran gratis ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan tenaga kesehatan, khususnya di daerah-daerah yang selama ini masih kekurangan dokter dan dokter gigi. Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, kebijakan tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.
Prabowo menyatakan tekadnya untuk membuktikan bahwa negara benar-benar hadir bagi rakyat dan memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang serta berkontribusi bagi bangsa.
“Saya akan bangga melihat itu. Sekali lagi, kita harus berani. Siapa berani, dia menang,” pungkasnya.