Bukan Sekadar Penjara! Menteri Agus Andrianto Tegaskan Paradigma Baru Pemasyarakatan di Kongres Dunia

Menteri Agus Andrianto Tegaskan Paradigma Baru Pemasyarakatan di Kongres Dunia

Intinya:

  • Indonesia mendorong transformasi sistem pemasyarakatan menuju pendekatan keadilan restoratif yang lebih humanis.
  • Menteri Imipas Agus Andrianto menegaskan hukum kini berorientasi pada pemulihan dan reintegrasi sosial, bukan sekadar pembalasan.
  • Kongres Pemasyarakatan Dunia (WCPP) ke-7 di Bali menjadi ajang pembuktian komitmen Indonesia di tingkat global.

OH GITU HUKUM - Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi sistem pemasyarakatan menuju pendekatan keadilan restoratif yang lebih humanis dan berkelanjutan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyatakan bahwa sistem pemasyarakatan saat ini tidak lagi semata-mata tentang pemenjaraan bagi pelaku kejahatan.

“Sistem pemasyarakatan tidak lagi semata tentang pemenjaraan, tetapi juga tentang pemulihan,” tegas Agus Andrianto saat membuka Kongres Pemasyarakatan Dunia (WCPP) ke-7 di Bali, Selasa.

Hukum Tak Lagi Berorientasi Pembalasan

Menurut jenderal polisi bintang tiga tersebut, tema kongres mencerminkan dinamika sistem yang bergerak menuju pendekatan lebih cerdas dan berbasis data.

Mantan Wakapolri itu juga menekankan pentingnya keadilan restoratif (restorative justice) agar hukum tidak lagi berorientasi pada pembalasan, melainkan pada reintegrasi sosial.

“Pemulihan tidak hanya bagi pelaku, tetapi juga korban dan masyarakat, sehingga dapat memulihkan hubungan sosial yang sempat terputus,” ujarnya menjelaskan konsep tersebut.

Peran Strategis Bapas dan Tekan Residivisme

Agus turut menyoroti peran strategis Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam melakukan pembinaan serta pengawasan yang ketat.

Hal ini dianggap krusial untuk memutus mata rantai residivisme sekaligus menciptakan keharmonisan antara warga binaan dengan pihak penegak hukum.

WCPP sendiri menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk merumuskan model pembinaan ideal dan rujukan praktik terbaik global.

Pameran Produk Warga Binaan di Level Internasional

Forum ini dihadiri oleh 400 peserta dari 44 negara, termasuk praktisi dan akademisi, di tengah eskalasi geopolitik dunia yang dinamis.

Agus memberikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah Bali serta keterlibatan warga binaan yang memamerkan produk karya mereka kepada para delegasi.

“Keterlibatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus produktif sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas," ungkapnya.

Kongres ini berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 April 2026, dengan agenda sesi pleno hingga diskusi tematik terkait pidana alternatif.

FAQ

  • Apa itu WCPP? World Congress on Probation and Parole (Kongres Pemasyarakatan Dunia) ke-7 yang membahas percobaan dan pembebasan bersyarat.
  • Kapan dan di mana acara dilaksanakan? Acara berlangsung di Bali mulai tanggal 14 sampai dengan 17 April 2026.
  • Apa fokus utama transformasi Indonesia? Bergeser dari pendekatan pemenjaraan menuju pembinaan, pemulihan, dan kerja sosial sesuai pembaruan KUHP dan KUHAP.

Penulis: Fuad Hasan Editor: Ibrahim

💬 Disclaimer: Kami di OHGITU.com berkomitmen pada asas keadilan dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jika Anda menemukan konten yang tidak akurat, merugikan, atau perlu diluruskan, Anda berhak mengajukan Hak Jawab sesuai UU Pers dan Pedoman Media Siber. Silakan isi formulir di halaman ini atau kirim email ke redaksi@ohgitu.com.