Banten Lagi Dilirik Malaysia, Andra Soni Dapat Sinyal Investasi Baru

Intinya:
- Mantan PM Malaysia Ismail Sabri Yakoob datang ke Banten untuk melihat peluang investasi.
- Andra Soni menawarkan potensi Banten, terutama sektor pariwisata dan bidang lain yang bisa dikembangkan.
- Malaysia disebut akan membawa rombongan pengusaha untuk meninjau peluang investasi di Banten.
SERANG, OH GITU BANTEN - Banten sedang dilirik lagi. Kali ini yang datang bukan investor biasa, tapi mantan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob.
Ia bertemu langsung dengan Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (8/4/2026). Obrolannya tidak muter-muter. Fokusnya jelas, soal potensi daerah dan peluang investasi.
Di hadapan tamunya, Andra Soni menjelaskan bahwa Banten punya ruang besar untuk tumbuh. Salah satu yang paling dekat dengan Malaysia, menurut dia, adalah sektor pariwisata.
“Tadi membicarakan potensi Provinsi Banten. Wisatawan Malaysia, saat ini menjadikan Indonesia sebagai tempat favorit berkunjung karena faktor kesamaan budaya dan kemiripan makanan. Provinsi Banten adalah satu alternatif yang bisa dituju oleh wisatawan Malaysia,” ungkap Andra Soni.
Ucapan itu memberi sinyal bahwa Banten tidak cuma ingin dikenal sebagai wilayah penyangga ibu kota. Daerah ini juga ingin ikut bermain di peta wisata regional.
Namun pembicaraan mereka tidak berhenti di urusan jalan-jalan. Andra memastikan masih ada sektor lain yang bisa didorong bersama.
“Selain pariwisata, tentu ada hal-hal lain yang bisa dimaksimalkan,” katanya menambahkan.
Bukan Sekadar Kunjungan Basa-basi
Pertemuan itu juga dipakai Andra Soni untuk membuka diskusi yang lebih luas. Ia mengaku cukup banyak hal yang dibahas bersama Ismail Sabri dan rombongan.
Artinya, pertemuan ini bukan sekadar foto-foto dan saling senyum di ruang tamu resmi. Ada pembicaraan lanjutan yang ingin benar-benar dibawa ke tahap berikutnya.
“Kami berdiskusi banyak. Semoga kita bisa menindaklanjuti apa yang kita diskusikan tadi,” ucapnya.
Dari Anak Perantau, Kini Jadi Tuan Rumah
Di balik suasana resmi itu, ada momen yang cukup personal. Andra Soni ternyata punya kenangan panjang dengan Malaysia.
Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya pada 1983 hingga 1988, ia pernah ikut kedua orang tuanya merantau ke negeri jiran. Kedua orang tuanya saat itu bekerja di perkebunan sawit.
Ia juga mengingat masa kecilnya yang akrab dengan pengalaman-pengalaman sederhana, tapi penuh risiko. Salah satunya ketika diajak menyeberangi Selat Malaka dengan perahu kecil.
“Dari sering berenang di sungai yang alirannya deras, saya bisa menjadi juara renang tingkat provinsi,” kenang Andra Soni.
Setelah itu, ia harus kembali ke Indonesia untuk melanjutkan sekolah menengah. Karena kedua orang tuanya pulang ke tanah air, ia pun tidak bisa meneruskan pendidikan di Malaysia.
Bagi Andra, pengalaman hidup itu ikut membentuk cara pandangnya sampai hari ini.
“Sebagai petarung yang pantang menyerah,” ucapnya.
Malaysia Mau Bawa Pengusaha ke Banten
Dari pihak tamu, Ismail Sabri Yakoob juga bicara cukup terbuka. Ia mengaku memang datang ke Banten karena melihat ada banyak peluang yang bisa dijajaki.
Bukan hanya pariwisata, tetapi juga sektor pendidikan dan bidang lainnya. Ia bahkan menyebut sudah mendapat informasi bahwa Malaysia punya kontribusi investasi besar di Provinsi Banten.
Kalau langkah ini berjalan, maka kunjungan ini bisa menjadi pintu masuk untuk babak kerja sama yang lebih serius.
“Saya juga mendapat informasi bahwa investasi paling besar di Provinsi Banten dari Malaysia. Sebagai tindak lanjutnya, saya akan membawa rombongan pengusaha untuk melihat peluang investasi di Provinsi Banten,” katanya.
Dari B to B Sampai G to G
Sebelum bertemu Andra Soni, Ismail Sabri lebih dulu diterima Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah di ruang kerjanya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.
Dalam pertemuan itu, pembahasan juga mengarah pada model kerja sama yang bisa dibangun. Mulai dari antar pelaku usaha atau B to B, sampai antar pemerintah atau G to G.
Sejumlah kepala perangkat daerah juga ikut hadir. Mereka memaparkan langsung berbagai potensi dan peluang investasi yang dimiliki Provinsi Banten.
Kalau tindak lanjutnya benar-benar jalan, Banten bukan cuma dapat tamu penting. Tapi juga bisa dapat pintu baru untuk menarik modal dari luar.
Penulis: Fuad Hasan
Editor: Ibrahim